Agenda.rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menghadiri sidang terbuka promosi doktor Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026).
Dalam sidang tersebut, Yusril Ihza Mahendra mempertahankan disertasi berjudul Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial. Disertasi ini mengkaji kembali pemikiran Mohammad Natsir mengenai relasi Islam dan negara melalui pendekatan filsafat, dengan menempatkan konsep teistik demokrasi sebagai salah satu titik temu dalam diskursus antara Islam dan sekularisme.
Di bawah bimbingan Promotor Prof. Manneke Budiman, Ph.D., dan Co-Promotor Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., Yusril Ihza Mahendra dinyatakan lulus dan memperoleh gelar Doktor dalam bidang Ilmu Filsafat dengan predikat Sangat Memuaskan.
Kehadiran Ismail Suardi Wekke dalam forum akademik tersebut menjadi bagian dari komitmen IAI Rawa Aopa untuk memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring kelembagaan, serta mengikuti perkembangan pemikiran keilmuan di tingkat nasional. Sidang promosi doktor ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, pimpinan lembaga tinggi negara, akademisi, tokoh masyarakat, serta keluarga Mohammad Natsir yang memberikan perhatian terhadap tema disertasi yang diangkat.
Selain mengikuti prosesi akademik, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi dengan berbagai akademisi, tokoh pendidikan, dan pemangku kepentingan yang hadir. Pertemuan tersebut membuka ruang diskusi mengenai peluang kerja sama dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, termasuk pengembangan riset, penyelenggaraan kuliah umum, serta kolaborasi di bidang hukum, humaniora, dan studi keislaman.
Bagi IAI Rawa Aopa, partisipasi dalam kegiatan akademik nasional seperti ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring intelektual sekaligus menghadirkan inspirasi bagi penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. Pencapaian akademik Yusril Ihza Mahendra dipandang sebagai salah satu contoh penting mengenai kesinambungan antara kiprah publik, tradisi intelektual, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat menjadi referensi bagi sivitas akademika.