Transformasi Pendidikan Tinggi Makin Cepat, ASHE 2026 Dorong Kolaborasi Kampus ASEAN dari Indonesia

Agenda.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –  Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026, sebuah forum strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, pimpinan perguruan tinggi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 22–28 September 2026 di Jakarta dan Bandung.

ASHE 2026 diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi regional untuk membahas percepatan transformasi pendidikan tinggi di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin kuatnya penerapan konsep Open Science (Sains Terbuka). Simposium ini akan menjadi wadah bagi para peserta untuk bertukar gagasan, berbagi praktik terbaik, serta merumuskan strategi penguatan tata kelola perguruan tinggi yang berbasis knowledge management dan ekosistem digital yang terintegrasi.

Melalui forum ini, peserta juga akan mendiskusikan berbagai pendekatan dalam membangun sinergi antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN, termasuk pengembangan model pengelolaan yang memadukan sentralisasi infrastruktur dengan desentralisasi otonomi akademik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk melalui program pemberdayaan berbasis komunitas dan desa.

Selain menghadirkan presentasi hasil riset multidisiplin dan diskusi panel, ASHE 2026 akan memfasilitasi sesi kemitraan strategis antarperguruan tinggi. Agenda tersebut meliputi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Perjanjian (MoA) lintas negara untuk mendukung program pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, serta penguatan literasi keuangan inklusif.

Pelaksanaan kegiatan akan dibagi dalam dua lokasi. Sesi di Jakarta akan berfokus pada pembahasan kebijakan strategis, tata kelola pendidikan tinggi, dan penguatan jejaring kerja sama tingkat regional. Sementara itu, rangkaian kegiatan di Bandung akan diisi dengan lokakarya implementatif, termasuk penerapan metode Design Thinking dalam transformasi manajemen sekolah dan perguruan tinggi, serta diseminasi pemanfaatan identitas digital peneliti (global research identifiers) untuk meningkatkan visibilitas akademik di tingkat internasional.

Panitia penyelenggara mengundang para ilmuwan, peneliti, praktisi, pimpinan perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi dari seluruh kawasan ASEAN untuk mengirimkan abstrak dan artikel ilmiah, sekaligus berpartisipasi sebagai delegasi resmi dalam simposium ini. Informasi mengenai jadwal pengiriman abstrak, registrasi, serta akomodasi selama kegiatan akan diumumkan melalui laman resmi penyelenggara.

Admin Humas
Author

Admin Humas