Agenda.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran akademisi untuk mendukung tata kelola sosial dan lingkungan di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif kampus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Masyarakat Pemantau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (MP-TJSL), Kamis (23/7/2026).
Forum tersebut mempertemukan unsur masyarakat, praktisi, dan akademisi guna mengevaluasi sekaligus memperkuat mekanisme pengawasan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) perusahaan agar berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, IAI Rawa Aopa menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memastikan program-program sosial perusahaan disusun berdasarkan kajian ilmiah serta data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran akademisi dinilai mampu memperkuat kualitas pengawasan sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih objektif dan berkelanjutan.
Pihak kampus juga menilai sinergi antara MP-TJSL dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar proses pengawasan dan penyaluran program TJSL memiliki dasar akademik yang terukur. Selain itu, dukungan riset dari perguruan tinggi diharapkan dapat membantu memetakan kebutuhan riil masyarakat sehingga pelaksanaan program CSR lebih tepat sasaran.
Dalam diskusi, IAI Rawa Aopa turut mendorong peningkatan transparansi dalam pengelolaan dana serta pelaksanaan program lingkungan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Selatan dan sekitarnya. Pengawasan berbasis masyarakat dinilai perlu didukung dengan metodologi evaluasi yang objektif agar keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga.
Sebagai bentuk komitmen nyata, IAI Rawa Aopa menyatakan kesiapan untuk melibatkan dosen, tim peneliti, dan mahasiswa melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat dalam melakukan pemetaan dampak sosial dan lingkungan secara berkala. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi konflik antara dunia usaha dan masyarakat sekaligus menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Forum juga membahas peluang kerja sama jangka panjang antara MP-TJSL dan IAI Rawa Aopa dalam bentuk pendampingan riset lapangan, penyusunan kajian akademik, serta pengembangan rekomendasi kebijakan yang mendukung tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan FGD ditutup dengan penyusunan sejumlah poin kesepakatan sebagai tindak lanjut kolaborasi antara MP-TJSL dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan riset partisipatif yang diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan serta memperkuat keadilan sosial.