ADPAKI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Penguatan RPS Mata Kuliah Antikorupsi di PTN, PTS, dan PTKL

Agenda.rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Asosiasi Dosen Pendidikan Antikorupsi Indonesia (ADPAKI) akan menggelar Sarasehan Nasional bertajuk “RPS Mata Kuliah Antikorupsi di PTN–PTS–PTKL” pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring dan menghadirkan akademisi serta pakar pendidikan antikorupsi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Sarasehan nasional tersebut diselenggarakan sebagai forum ilmiah untuk memperkuat implementasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Antikorupsi di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan Perguruan Tinggi Keagamaan/Lembaga (PTKL). Langkah ini sejalan dengan upaya penguatan pendidikan antikorupsi yang terus didorong di dunia pendidikan tinggi sebagai bagian dari pembangunan budaya integritas.

Kegiatan akan dibuka dengan sambutan dan sekapur sirih dari Ketua Umum ADPAKI, Andi Ruhban, SST., M.Kes, yang juga merupakan dosen Poltekkes Kemenkes Makassar. Sambutan ilmiah turut disampaikan oleh Prof. Dr. Herlambang, S.H., M.H, Dewan Penasihat ADPAKI sekaligus Guru Besar Universitas Bengkulu.

Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Yuni Kusmiyati, SST., MPH, dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, serta *Dr. Indah Sri Utari, S.H., M.Hum, dosen Universitas Negeri Semarang. Keduanya akan membahas pengembangan RPS Mata Kuliah Antikorupsi agar lebih adaptif, aplikatif, dan mampu menanamkan nilai-nilai integritas kepada mahasiswa.

Diskusi akan dipandu oleh dua moderator, yakni Dr. Nang Randu Utama, S.Pd., M.A, dosen Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, dan Asriana Issa Sofia, M.A, dosen Universitas Paramadina Jakarta.

Panitia berharap sarasehan ini menjadi ruang kolaborasi bagi dosen, akademisi, dan praktisi pendidikan dalam menyusun standar pembelajaran antikorupsi yang lebih efektif di perguruan tinggi. Melalui forum tersebut, ADPAKI juga ingin memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan dalam membangun budaya antikorupsi melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Admin Humas
Author

Admin Humas