Agenda.rawaaopakonsel.ac.id – Dalam upaya memperkuat ekosistem Open Science yang inklusif di kawasan Asia-Pasifik, masyarakat Indonesia diundang untuk mengikuti Session 8: Open Engagement and Co-Creation of Knowledge with Society, yang merupakan bagian dari rangkaian webinar “Open Science: From the UNESCO Recommendation to Reality in Asia and the Pacific”.
Webinar akan diselenggarakan pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 12.00–13.30 WIB secara daring.
Sesi ini akan mengangkat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui pendekatan Open Science. Konsep tersebut mendorong kolaborasi yang lebih luas antara peneliti dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas, pembuat kebijakan, praktisi, wirausaha, mahasiswa, pustakawan, pengelola data, komunikator sains, serta masyarakat umum.
Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat hasil penelitian, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam proses penelitian, menyampaikan kebutuhan dan aspirasi, serta berkontribusi menghasilkan pengetahuan yang lebih relevan, terbuka, dan berdampak bagi kehidupan.
Webinar akan menghadirkan narasumber dari Jepang, Indonesia, dan Fiji, yaitu:
Dr. Emu-Felicitas Ostermann-Miyashita, Associate Professor, Department of Ecoregion Science, Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang.
Mr. Ryosuke Shibato, Founder and CEO, Academist Inc., Jepang.
Mr. Harry Mahardhika, Senior Program Manager, Asia Pacific Hub, Humanitarian OpenStreetMap Team.
Ms. Mere M. Naulumatua, Urban Planner, Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE) Programme, Fiji.
Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui tautan berikut:
[https://unesco-org.zoom.us/meeting/register/m4ytY6vhSTGao-cgMiMvCA#/registration](https://unesco-org.zoom.us/meeting/register/m4ytY6vhSTGao-cgMiMvCA#/registration)
Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi ini agar semakin banyak pihak memperoleh manfaat dari keanggotaan Indonesia di UNESCO, khususnya dalam penguatan kolaborasi ilmu pengetahuan dan inovasi.
Informasi mengenai berbagai program dan kegiatan UNESCO Indonesia juga dapat diperoleh melalui akun Instagram @indonesia_unesco.
Satrya Wibawa
Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO